Assalamu'alaikum

Minggu, 11 Januari 2015

makalah DASAR-DASAR DAN SUMBER-SUMBER TAUHID ilmu kalam



DASAR-DASAR DAN SUMBER-SUMBER TAUHID
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Kalam


 






                        Deby Septiyas Jazuli           (210214231)
   Umi Munawaroh binti                    (210214       )
Dosen pengampu :
Dwi Rinjani Juwita ,M.HI

PROGRAM STUDI MUAMALAH
JURUSAN SYARIAH
SEKOLAH TINGGI ISLAM NEGERI
(STAIN) PONOROGO
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah

Akidah adalah dasar hidup manusia. Dimana mereka dapat  berpegang teguh pada keyakinan. Melaksanakan perintah-perintah Alloh serta menjauhi larangannya sebagai wujud pelaksanaan taqwa dalam Islam.
Dewasa ini, banyak sekali timbul ajaran aliran-aliran sesat. Namun kebanyakan dari sekelompok ummat Islam tidak memperhatikan hal tersebut sehingga mereka begitu mudah terseret ajaran aliran baru itu. Hal tersebut dikarenakan akidah dan keilmuan mereka yang sangat lemah.
Mereka akan dapat menolak aliran tersebut dengan pengetahuan mereka tentang ilmu kalam. Dengan ilmu kalam pula, kita dapat memperkuat dan membela akidah Islamiyah yang benar menurut syari’at Islam.

1.2  Rumusan Masalah
·         Apakah yang dimaksud ilmu kalam?
·         Apa saja ruang lingkup ilmu kalam?
·         Apa fungsi dan tujuan ilmu kalam?

1.3  Tujuan Penulisan
·         Supaya pembaca dapat memahami pengertian ilmu kalam secara luas.
·         Pembaca dapat mengetahui ruang lingkup bahasan ilmu kalam.
·         Mengerti akan fungsi dan tujuan ilmu kalam


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ilmu Kalam
A. Pengertian secara etimologi atau bahasa
     Ilmu Kalam terdiri atas dua kata, ilmu berarti pengetahuan dan kalam berarti perkataan atau percakapan. Ilmu kalam biasa digunakan sebagai nama dari ilmu yang membahas akidah dalam islam.
   B. Pengertian secara terminologi atau istilah
Ilmu kalam adalah ilmu yang membicarakan bagaimana menetapkan kepercayaan keagamaan (agama islam) dengan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. Ilmu kalam bisa juga disebut sebagai ilmu yang membahas persoalan-persoalan keimanan.
1.      Menurut Musthafa Abdul Razik definisi ilmu kalam adalah ilmu yang berkaitan dengan akidah imaniyah yang dibangun dengan argumentasi-argumentasi rasional.
2.      Menurut Al Farabi definisi ilmu kalam adalah ilmu yang membahas zat dan sifat Allah beserta eksistensi semua yang mungkin, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berlandaskan doktrin islam.
3.      Menurut Ibnu Khaldun definisi ilmu kalam adalah ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang akidah imaniyah yang diperkuat dalil-dalil rasional.
Jadi, ilmu kalam adalah ilmu yang membicarakan/membahas tentang masalah Ketuhanan/Ketauhidan (mengesakan Tuhan) dengan menggunakan dalil-dalil pikiran dan di sertai alasan-alasan yang rasional.[1]
Ilmu kalam dikenal sebagai ilmu ke islaman yang berdiri sendiri,yakni pada masa khalifah Al-Makmum (813-833) dari Bani Abbasiyah.[2] Arti semula dari al-Kalam ialah sesuatu maksud. Kemudian dipakai untuk menunjukkan salah satu sifat Tuhan, yaitu sifat berbicara (berkata: al-nutqu).
Ilmu kalam  juga dinamakan ilmu Tauhid. Arti tauhid ialah percaya kepada tuhan yang Maha Esa (mengesakan Tuhan) tidak ada sekutu-Nya. Ilmu kalam dianamakan ilmu Tauhid, karena tujuannya ialah menetapkan keesaan Allah dalam zat dan perbuatan-Nya dalam menjadikan alam semesta dan hanya ialah yang menjadi tempat tujuan terakhir dan alam ini. Ahli ilmu kalam disebut mutakallimin.
2.2 Ruang Lingkup Ilmu Kalam
   Masalah yang dibahas dalam ilmu kalam adalah mempercayai adanya Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, nabi dan rosul Allah, hari kiamat, qada’ dan qadar, akhirat, akal dan wahyu, surga, neraka, dosa besar dan masalah iman dan kafir. Yang diperkuat dengan dalil-dalil rasional agar terhindar dari akidah yang menyimpang.
   Adapun ruang lingkup pembahasan ilmu kalam mencakup beberapa aspek, yaitu :
1.      Hal-hal yang berkaitan dengan Allah SWT antara lain tentang takdir
2.      Hal-hal yang berkaitan dengan utusan Allah sebagai penyambung ataupun pembawa risalah kepada manusia, seperti malaikat, nabi Rasul dan beberapa kitab suci .
3.      Hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan yang akan datang, seperti adanya kebangkitan, surga dan neraka.


     Menurut Hasan Al-Banna ruang lingkup pembahasan ilmu kalam mencakup :
1.      Ilahiyyat yaitu, membahas :
a.                 Masalah ketuhanan
b.                Zat tuhan
c.                 Nama dan sifat tuhan
d.                Perbuatan tuhan
2.      Annubuwwat yaitu, membicarakan :
a.                 Masalah kenabian
b.                Mu’jizat nabi-nabi
c.                 Nabi-nabi terakhir
3.      Ruhaniyyat  yaitu, pembahasan tentang segala sesuatu yang        berhubungan dengan alam metafisik, seperti :
a.                 Malaikat
b.                Jin
c.                 Iblis, setan, roh dll
4.      Assamiyat yaitu hal-hal yang tidak mungkin kita ketahui melainkan ada informasi dari nabi, yaitu berbicara masalah wahyu.

Masalah samiyyat meliputi antara lain:
a.                 Masalah azab kubur
b.                Neraka
c.                 Surga
Disamping sistematika di atas, pembahasan ilmu kalam bisa juga mengikuti sistematika Arkanul Iman.



2.3 Tujuan dan Fungsi
Tujuan mempelajari ilmu kalam antara lain sebagai berikut :
·         Menumbuhkan sifat bertauhid
·         Untuk menjelaskan akidah islam, memperkuat dan membelanya
·         Untuk menolak akidah yang sesat
Fungsi ilmu kalam dalam agama islam[3], antara lain sebagai berikut:
·         Meningkatkan akidah dari taqlid menuju keyakinan
·         Memberi petunjuk bagi umat islam dengan bukti-bukti dan ketetapan bagi para penentang
·         Menjaga kaidah-kaidah agama
·         Menjadi dasar bagi ilmu-ilmu syari’at
·         Meluruskan niat dan akidah



BAB III
KESIMPULAN
ü  Ilmu artinya pengetahuan, kalam artinya pembicaraan.
ü  Ilmu kalam yaitu, ilmu yang mempelajari tentang Alloh dan rosul-Nya beserta sifat-sifatnya.
ü  Ilmu kalam disebut juga dengan ilmu tauhid.
ü  Ahli ilmu kalam disebut mutakallimin.
ü  Ruang lingkup ilmu kalam meliputi : hal-hal yang berkaitan dengan Alloh dan rosul-Nya, utusan Alloh dan kehidupan di masa yang akan datang.
ü  Ruang lingkup ilmu kalam menurut Hasan Al-Banna : Illahiyat, Nubuwwat, Ruhaniyyat dan Sam’iyyat.
ü  Tujuan ilmu kalam, yaitu : menumbuhkan jiwa bertauhid, untuk menjelaskan akidah Islam, memperkuat dan membelanya serta untuk menolak akidah yang sesat.


DAFTAR PUSTAKA
A. Nasir, Sahilun, Pemikiran Kalam, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010).
Miftakhudin, Ilmu Kalam, (Ponorogo: MA Darul Huda pers, 2008).
Tim guru MGPK Prov. JATIM, Ilmu Kalam (Ponorogo, CV. Mutiara Ilmu,2012)






[1] Tim guru MGPK Prov. JATIM, Ilmu Kalam (Ponorogo, CV. Mutiara Ilmu,2012), hal 48.
[2] Prof. Dr. K.H. Sahilun A. Nasir, M. Pd.I, Pemikiran Kalam, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), hlm 3.
[3] Miftakhudin, Ilmu Kalam, (Ponorogo: MA Darul Huda pers, 2008), hlm 6-7.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar