DASAR-DASAR DAN SUMBER-SUMBER
TAUHID
Makalah
Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Kalam
![]() |
Deby Septiyas Jazuli (210214231)
Umi Munawaroh binti (210214 )
Dosen
pengampu :
Dwi Rinjani Juwita ,M.HI
PROGRAM STUDI MUAMALAH
JURUSAN SYARIAH
SEKOLAH TINGGI ISLAM NEGERI
(STAIN) PONOROGO
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Akidah
adalah dasar hidup manusia. Dimana mereka dapat
berpegang teguh pada keyakinan. Melaksanakan perintah-perintah Alloh
serta menjauhi larangannya sebagai wujud pelaksanaan taqwa dalam Islam.
Dewasa
ini, banyak sekali timbul ajaran aliran-aliran sesat. Namun kebanyakan dari
sekelompok ummat Islam tidak memperhatikan hal tersebut sehingga mereka begitu
mudah terseret ajaran aliran baru itu. Hal tersebut dikarenakan akidah dan
keilmuan mereka yang sangat lemah.
Mereka
akan dapat menolak aliran tersebut dengan pengetahuan mereka tentang ilmu
kalam. Dengan ilmu kalam pula, kita dapat memperkuat dan membela akidah
Islamiyah yang benar menurut syari’at Islam.
1.2
Rumusan
Masalah
·
Apakah yang dimaksud
ilmu kalam?
·
Apa saja ruang lingkup
ilmu kalam?
·
Apa fungsi dan tujuan
ilmu kalam?
1.3
Tujuan
Penulisan
·
Supaya pembaca dapat
memahami pengertian ilmu kalam secara luas.
·
Pembaca dapat mengetahui
ruang lingkup bahasan ilmu kalam.
·
Mengerti akan fungsi
dan tujuan ilmu kalam
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ilmu Kalam
A.
Pengertian secara etimologi atau bahasa
Ilmu
Kalam terdiri atas dua kata, ilmu
berarti pengetahuan dan kalam berarti
perkataan atau percakapan. Ilmu kalam biasa digunakan sebagai nama dari ilmu
yang membahas akidah dalam islam.
B. Pengertian secara terminologi atau istilah
Ilmu kalam
adalah ilmu yang membicarakan bagaimana menetapkan kepercayaan keagamaan (agama
islam) dengan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. Ilmu kalam bisa juga
disebut sebagai ilmu yang membahas persoalan-persoalan keimanan.
1. Menurut
Musthafa Abdul Razik definisi ilmu
kalam adalah ilmu yang berkaitan dengan akidah imaniyah yang dibangun dengan
argumentasi-argumentasi rasional.
2. Menurut
Al Farabi definisi ilmu kalam adalah
ilmu yang membahas zat dan sifat Allah beserta eksistensi semua yang mungkin,
mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang
berlandaskan doktrin islam.
3. Menurut
Ibnu Khaldun definisi ilmu kalam
adalah ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang akidah imaniyah yang
diperkuat dalil-dalil rasional.
Jadi,
ilmu kalam adalah ilmu yang
membicarakan/membahas tentang masalah Ketuhanan/Ketauhidan (mengesakan Tuhan)
dengan menggunakan dalil-dalil pikiran dan di sertai alasan-alasan yang
rasional.[1]
Ilmu
kalam dikenal sebagai ilmu ke islaman yang berdiri sendiri,yakni pada masa
khalifah Al-Makmum (813-833) dari Bani Abbasiyah.[2]
Arti semula dari al-Kalam ialah sesuatu maksud. Kemudian dipakai untuk
menunjukkan salah satu sifat Tuhan, yaitu sifat berbicara (berkata: al-nutqu).
Ilmu
kalam juga dinamakan ilmu Tauhid. Arti
tauhid ialah percaya kepada tuhan yang Maha Esa (mengesakan Tuhan) tidak ada
sekutu-Nya. Ilmu kalam dianamakan ilmu Tauhid, karena tujuannya ialah
menetapkan keesaan Allah dalam zat dan perbuatan-Nya dalam menjadikan alam
semesta dan hanya ialah yang menjadi tempat tujuan terakhir dan alam ini. Ahli
ilmu kalam disebut mutakallimin.
2.2 Ruang
Lingkup Ilmu Kalam
Masalah yang dibahas dalam ilmu kalam adalah
mempercayai adanya Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, nabi dan rosul Allah,
hari kiamat, qada’ dan qadar, akhirat, akal dan wahyu, surga, neraka, dosa
besar dan masalah iman dan kafir. Yang diperkuat dengan dalil-dalil rasional
agar terhindar dari akidah yang menyimpang.
Adapun ruang lingkup pembahasan ilmu kalam
mencakup beberapa aspek, yaitu :
1. Hal-hal
yang berkaitan dengan Allah SWT antara lain tentang takdir
2. Hal-hal
yang berkaitan dengan utusan Allah sebagai penyambung ataupun pembawa risalah
kepada manusia, seperti malaikat, nabi Rasul dan beberapa kitab suci .
3. Hal-hal
yang berkaitan dengan kehidupan yang akan datang, seperti adanya kebangkitan,
surga dan neraka.
Menurut Hasan Al-Banna ruang lingkup
pembahasan ilmu kalam mencakup :
1.
Ilahiyyat
yaitu, membahas :
a.
Masalah ketuhanan
b.
Zat tuhan
c.
Nama dan sifat tuhan
d.
Perbuatan tuhan
2.
Annubuwwat
yaitu, membicarakan :
a.
Masalah kenabian
b.
Mu’jizat nabi-nabi
c.
Nabi-nabi terakhir
3.
Ruhaniyyat yaitu, pembahasan
tentang segala sesuatu yang berhubungan
dengan alam metafisik, seperti :
a.
Malaikat
b.
Jin
c.
Iblis, setan, roh dll
4.
Assamiyat
yaitu hal-hal yang tidak mungkin kita ketahui
melainkan ada informasi dari nabi, yaitu berbicara masalah wahyu.
Masalah samiyyat meliputi antara lain:
a.
Masalah azab kubur
b.
Neraka
c.
Surga
Disamping
sistematika di atas, pembahasan ilmu kalam bisa juga mengikuti sistematika
Arkanul Iman.
2.3 Tujuan dan Fungsi
Tujuan
mempelajari ilmu kalam antara lain sebagai berikut :
·
Menumbuhkan sifat
bertauhid
·
Untuk menjelaskan
akidah islam, memperkuat dan membelanya
·
Untuk menolak akidah
yang sesat
Fungsi ilmu kalam dalam agama islam[3],
antara lain sebagai berikut:
·
Meningkatkan akidah
dari taqlid menuju keyakinan
·
Memberi petunjuk bagi
umat islam dengan bukti-bukti dan ketetapan bagi para penentang
·
Menjaga kaidah-kaidah
agama
·
Menjadi dasar bagi
ilmu-ilmu syari’at
·
Meluruskan niat dan
akidah
BAB III
KESIMPULAN
ü Ilmu
artinya pengetahuan, kalam artinya pembicaraan.
ü Ilmu
kalam yaitu, ilmu yang mempelajari tentang Alloh dan rosul-Nya beserta
sifat-sifatnya.
ü Ilmu
kalam disebut juga dengan ilmu tauhid.
ü Ahli
ilmu kalam disebut mutakallimin.
ü Ruang
lingkup ilmu kalam meliputi : hal-hal yang berkaitan dengan Alloh dan
rosul-Nya, utusan Alloh dan kehidupan di masa yang akan datang.
ü Ruang
lingkup ilmu kalam menurut Hasan Al-Banna : Illahiyat, Nubuwwat, Ruhaniyyat dan
Sam’iyyat.
ü Tujuan
ilmu kalam, yaitu : menumbuhkan jiwa bertauhid, untuk menjelaskan akidah Islam,
memperkuat dan membelanya serta untuk menolak akidah yang sesat.
DAFTAR PUSTAKA
A.
Nasir, Sahilun, Pemikiran Kalam,
(Jakarta: Rajawali Pers, 2010).
Miftakhudin,
Ilmu Kalam, (Ponorogo: MA Darul Huda
pers, 2008).
Tim
guru MGPK Prov. JATIM, Ilmu Kalam
(Ponorogo, CV. Mutiara Ilmu,2012)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar